Kamis, 15 Maret 2012

Mengalah Menjelang Ajal

Ketika pembebasan Makkah, Ikrimah bin Abu Jahal termasuk orang yang dihukum mati. Namun karena sifat pemaaf Rasulullah saw, Ikrimah yang kala itu sempat melarikan diri, akhirnya diampuni. Rasulullah saw bersabda di hadapan para sahabat, "Ikrimaha bin Abu Jahal akan datang ke tengah-tengah kalian semua sebagai mukmin dan muhajir."

Tak berapa lama, Ikrimah dan isterinya tiba di majlis Rasulullah saw. Di hadapan beliau, Ikrimah mengucapkan syahadat.


"Demi Allah, tak satu sen pun dana  yang telah saya keluarkan untuk memberantas agama Allah di masa lalu, melainkan mulai saat ini saya tebus dengan mengorbankan hartaku berlipat ganda demi agama Allah. Tak ada seorang mukmin yang gugur ditanganku, melainkan akan ku tebus dengan membunuh kaum musyrikin berlipat ganda," ujar Ikrimah.

Ikrimah menepati janjinya. Setelah masuk Islam, ia menjadi seorang hamba yang rajin beribadah. Seringkali dia menangis dengan air mata berlinang merenungi ayat-ayat suci al-Qur'an yang dibacanya. Ia pun menggabungkan diri dalam setiap pasukan perang kaum muslimin di barisan paling depan.

Ketika terjadi perang Yarmuk, Ikrimah maju berperang seperti kesetanan. Melihat tindakan nekad itu, Khalid bin Walid yang menjadi panglima pasukan segera mengejar, "Ikrimah engkau jangan bodoh! Kembali! Kematianmu adalah kerugian besar bagi kaum muslimin."

Ikrimah tidak memperdulikan peringatan tersebut, "Biarkan saja, ya Khalid! Biarkan saya menebus dosa-dosa yang telah lau. Saya telah memerangi Rasulullah dalam beberapa medan peperangan. Pantaskah setelah masuk Islam saya lari dari tentara Romawi ini? Tidak! Sekali-kali tidak!" Kemudian ia berteriak, "Siapakah yang berani mati bersama saya?"

Beberapa orang segera melompat ke samping Ikrimah. Kemudian menerjang kedepan, menghalau pasukan lawan yang terus maju. Akhirnya, walau korban berjatuhan mereka berhasil memukul mundur pasukan Romawi dengan kemenangan yang gemilang.

Di akhir pertempuran, di bumi Yarmuk berjejer tiga mujahidin muslim terkapar dalam keadaan kritis. Mereka yang menderita luka-luka sangat parah itu adalah al-Harits bin Hisyam, 'Ayyasy bin Abi Rabi'ah , dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Al-Harits minta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. "Berikan dulu kepada Ikrimah!" ujar al-Harits.

Ketika air didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat 'Ayyasy menengok kepadanya. "Berikan dulu kepada 'Ayyasy!" ujar Ikrimah.

Ketika air minum didekatkan ke mulut 'Ayyasy, dia telah meninggal. Orang yang memberikan air minum segera kembali ke hadapan Harits dan Ikrimah, namun keduanya pun telah meninggal.

Sumber: Karni Yusuf, Majalah Sabili, No. 7 TH. X
Share

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar