Minggu, 29 April 2012

Segelas Air

Suatu hari tampak Khalifah Harun Al-Rasyid, salah seorang khalifah dari Bani Abbasiyah yang terkenal dengan kebaikan dan kesolehannya, seorang khalifah yang sangat tawaddu'.

Suatu hari beliau duduk dengan gelisah dan tidak tahu apa sebabnya, tampak duduknya tidak tenang, sekali-kali berdiri dan kemudian duduk kembali begitu seterusnya. Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan salah seorang pengawalnya untuk mengundang seorang ulama' yang sholeh dan tawaddu' pada masa itu, seorang ulama yang tidak pernah mau dekat dan menerima jabatan apapun dari khalifah dan hal itu membuat Khalifah Harun  Al-Rasyid sangat menghormatinya, yaitu Abu As Sammak.


Ketika Abu As Sammak datang kehadapannya, khalifah langsung berkata, "Nasehatilah aku, wahai Abu As Sammak, ulama' yang baik dan berpendirian teguh." Demikian mulia permohonan dari khalifah yang me punyai kekuasaan tiada banding kala itu kepada seorang ulama' yang sangat bersahaja datang kehadapannya dengan berjalan kaki.

Pada saat itu datang sesorang pelayan dengan membawa segelas air untuk Khalifah Harun  Al-Rasyid, dan ketika dia bersiap untuk meminumnya, Abu As Sammak berkata, "Tunggu sebentar wahai Amirul Mukminin. Demi Allah, aku mengharap agar pertanyaanku dijawab dengan kejujuranmu. Seandainya anda berada dalam kehausan yang tak tertahan lagi, tapi segelas air ini tak dapat anda minum, berapa harga yang bersedia anda bayar demi melepaskan dahaga?"

"Setengah dari yang kumiliki," ujar sang khalifah dan langsung meminum segelas air tersebut. Beberapa saat kemudian setelah sang Khalifah meminum segelas air tersebut, Abu As Sammak bertanya kembali, "Seandainya apa yang telah anda minum tadi tak dapat keluar kembali, sehingga mengganggu kesehatan anda, berapakah anda bersedia membayar untuk kesembuhan anda?"

"Setengah dari yang kumiliki," jawab Khalifah Harun  Al-Rasyid tegas.

"Ketahuilah bahwa seluruh kekayaan dan kekuasaaan di dunia yang nilainya hanya seharga segelas air tidak wajar diperebutkan atau dipertahankan tanpa hak dan kebenaran," kata Abu As Sammak kepada Khalifah Harun Al-Rasyid.

Khalifah Harun Al-Rasyid yang kekuasaannya meliputi negara yang amat luas dan Bani Abbasiyah dalam puncak kejayaan membenarkan ucapan Abu As Sammak, demikian agung dan jujur Khalifah Harun Al-Rasyid, begitu juga dengan Abu As Sammak yang berani dan tegas terhadap penguasa.

Sumber: Feri Wahyudi, Majalah Sabili, Edisi 11 TH XI
Share

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar