Tampilkan postingan dengan label Renungan Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Religius. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Do'a Mohon Keturunan Agar Tetap Melaksanakan Shalat



(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ(40

( رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41

(Rabbij'alnii muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du'aai. Rabbanagh firlii wa liwaa lidayyaa wa lilmu-miniina yauma yaquumul hisab)

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab." 

Menurut mufassir, do'a yang terdapat pada surat Ibrahim ayat 40-41 ini merupakan do'a yang dibaca Nabi Ibrahim as yang memohon agar anak dan keturunannya dijadikan anak yang shaleh dan tetap melaksanakan shalat.
Share

Senin, 01 April 2013

Shalatnya Ya'cub Alqari

Dalam kitab 'Tanbihul Ghafilin, Abul-Laits Assamarqandi menceritakan, bahwa pada suatu ketika Ya'cub Alqari sedang melaksanakan shalat. Tiba-tiba datanglah seorang pencuri dan langsung mengambil sorban yang sedang dipakai olehnya. Kejadian pencurian itu ternyata tidak disadari oleh Ya'cub karena shalatnya sangat khusyuk.

Saat pencuri itu menemui kawan-kawannya dan menunjukkan sorban itu dan mengatakan bahwa itu milik Ya'cub Alqari, beberapa kawannya berkomentar.

"Sebaiknya kamu pulangkan sorban ini kepada pemiliknya karena kami khawatir kamu akan ditimpa bencana. Sebab, doa Ya'cub Alqari itu mudah dikabulkan oleh Allah swt," nasehat kawan-kawannya kepada si pencuri.
Share

Minggu, 13 Januari 2013

Masjid Dhirar

Abu Amir ar Rahib adalah seorang pemuka Bani Khazraj, satu dari dua kabilah Arab yang tinggal di Madinah sebelum hijrah Rasulullah saw. Abu Amir ar Rahib telah menganut agama Nasrani di masa jahiliyah. Sangat berwibawa dan dihormati di tengah kaumnya.

Ketika Rasulullah saw dan kaum muslimin datang berhijrah ke Madinah mendapatkan sambutan hangat dan dukungan kuat, ia tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya karena kaumnya beralih perhatian. Apalagi setelah kemenangan kaum muslimin di perang Badr. Sakit hati Abu Amir dan kekecewaannya kepada Rasulullah dan kaum muslimin mendorongnya untuk ke Makkah menemui para pemuka Quraisy dan memprovokasinya untuk menyerang Madinah. Hal ini menjadi salah satu pemicu perang Uhud, di samping semangat kaum kafir Quraisy sendiri yang ingin membalas kekalahannya pada perang Badr.
Share

Jumat, 11 Januari 2013

Seorang Lelaki dan al-Urwatul Wutsqa

Dalam kitab al-Bukhari, ada beberapa hadis yang menceritakan tentang Qais bin Ibad. Ketika ia duduk di dalam masjid Madinah, tiba-tiba masuk seorang lelaki, dari raut wajahnya terpancar keteduhan. Para sahabat yang berada di masjid berkata, "Orang itu termasuk penghuni syurga." Orang itu mengerjakan shalat dua rakaat lalu keluar masjid.

Qais mengikuti langkahnya dan bertanya kepada orang tersebut. "Ketika engkau masuk masjid tadi, orang-orang berkata, 'Inilah orang yang termasuk penghuni syurga!'." 

Orang itu  menjawab, "Subhanallah, tidak pantas seseorang mengatakan sesuatu yang tidak diketahui, akan aku beritahukan kepadamu bagaimana sebenarnya."
Share

Rabu, 02 Januari 2013

Riba, yang Membinasakan

Orang-orang yang makan riba tak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang kemasukan setan lantaran gila. Keadaan itu lantaran mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS. Al-Baqarah: 275)

Ada kisah dari Syria. Konon, ketika agama samawi mulai berkembang di bumi, setan amatlah sedih. Paganisme, penyembahan terhadap benda atau berhala, sedikit demi sedikit ditinggalkan orang. Berhala-berhala, yang awalnya dipuja layaknya Tuhan, dihancurkan. Fakta itu membuat setan menangis. Ia merasa tak lagi memiliki kiat jitu untuk mengiring manusia ke jurang neraka untuk menemaninya.

Tapi bukan setan namanya jika tak menemukan jalan lain untuk menyesatkan anak cucu Adam as. Tiba-tiba muncul ide cemerlang di benak setan. "Aku akan menyesatkan manusia lewat jalan simpan pinjam," ujarnya dengan mata berbinar. 
Share

Selasa, 01 Januari 2013

Hujan dan Waktu Istijabah

"Allahumma shayyiban nafi'an." (Ya Allah, jadikanlah kiranya hujan ini bermanfaat). Inilah doa yang dimohonkan dan sekaligus diajarkan oleh Rasulullah saw ketika hujan turun, dalam hadis riwayat Imam Bukhari melalui sanad 'Aisyah. Dalam Sunan Ibnu Majah diriwayatkan, doa tersebut  dibaca dua atau tiga kali. Demikian penjelasan Imam Syarafuddin An-Nawawi dalam kitabnya Al-Azkar, halaman 164. "Ya Allah, jadikanlah kiranya hujan ini bermanfaat." Seyogyanya doa ini dibaca pada saat hujan turun. Harapannya. hujan yang sudah lama dirindukan mayoritas bangsa, turun sebagai rahmat, membawa manfaat bagi kehidupan dan kemanusian.

Yang dikhawatirkan adalah apabila hujan yang turun tidak sebagai rahmat, namun sebagai azab. Saat turun disertai badai, kilat, dan petir yang menyambar-nyambar, atau turun deras berhari-hari yang mengganggu aktivitas. Selain membuat takut, panik, dan membisu seribu bahasa, karena langsung berhadapan dengan otoritas Allah swt, juga memporak-porandakan sarana dan prasarana kehidupan.
Share

Jumat, 20 Juli 2012

Sifat Khumul (Tidak Suka Mencari Ketenaran)

Jika kita membahas riya', maka istilah khumul menjadi bagian yang tak terpisahkan. Khumul ialah sifat yang menandakan seseorang tidak mau terkenal, populer, dan tidak ingin mashur. Secara singkat, khumul berarti orang yang tidak suka mencari ketenaran. Khumul sangat berkaitan dengan hati dan niat seseorang dalam melakukan suatu perbuatan. Kiranya kita patut bertanya dalam hati secara jujur, apakah selama ini kita berlaku demikian?

Adapun riya' bermakna memamerkan diri dengan sengaja menampakkan amal agar perbuatan  baiknya diketahui khalayak ramai. Timbulnya riya' berawal karena seseorang ingin mencari tempat dihati orang lain. Sebab itulah riya' disebut suatu penyakit yang tertanam sebagai jaring terbesar bagi para setan. Ali bin Abi Thalib berkata, "Ada tiga tanda orang yang mempunyi sifat riya dalam beramal, yaitu malas mengerjakan amalan kebaikan jika sendirian, rajin jika bersama orang lain dan menambah-nambah amal jika ia dipuji tetapi menguranginya jika dicela."
Share

Sabtu, 14 Juli 2012

Shalat Yang Tidak Diterima

Dalam posting yang berjudul 'Balasan Meninggalkan Shalat' telah dibahas bagaimana konsekuensi dari seorang Islam yang meninggalkan shalat. Namun ada suatu pertanyaan yang timbul apakah shalat yang dikerjakan oleh seseorang itu diterima atau tidak oleh Allah swt. Ada beberapa kriteria dari hadis-hadis Rasulullah saw yang membahas diterima atau tidaknya shalat yang dilakukan seorang muslim.

Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu bagai cahaya baginya, petunjuk, dan jalan  selamat. Barang siapa yang tidak memelihara shalat, maka sesungguhnya shalat itu tidak akan menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk jalan selamat baginya."
Share

Balasan Meninggalkan Shalat

"Rukun Islam adalah menyembah Allah dan tidak menyekutukannya (bersyahadat), mendirikan shalat, menunaikan zakat yang diwajibkan, puasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitul haram." (HR. Bukhari-Muslim).

Shalat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang Islam, kecuali ibadah haji, yang hanya diwajibkan bagi yang mampu. Orang yang tidak melakukan shalat, berarti dia telah meninggalkan salah satu rukun sebagai orang Islam. Bagaimanakah bila shalat ditinggalkan?
Share

Jumat, 13 Juli 2012

Hakikat Bersyukur

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim 14: 7).

Ayat 7 surah Ibrahim tersebut adalah upaya menimbulkan sikap optimisme dan mendorong manusia untuk giat beramal guna memperoleh nikmat yang lebih banyak lagi. Ayat ini secara tegas menyatakan jika manusia bersyukur maka pasti nikmat Allah akan ditambahnya, tetapi ketika berbicara tentang kufur nikmat tidak ada penegasan bahwa pasti siksa-Nya akan jatuh. Ayat ini hanya menegaskan bahwa siksa Allah  pedih. Jika demikian, penggalan akhir ayat ini dapat dipahami sekedar sebagai ancaman. Di sisi lain tidak tertutup kemungkinan keterhindaran dari siksa duniawi bagi yang mengkufuri nikmat Allah, bahkan boleh jadi nikmat tersebut ditambahnya dalam rangka mengulur kedurhakaan. Dalam konteks ini Allah mengingatkan, "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (kearah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana- Ku amat teguh." (QS. Al-A'raf 7: 182-183).
Share

Jumat, 06 Juli 2012

Meninggalkan Aktivitas Untuk Menunaikan Shalat Jum'at

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk mengerjakan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9).

Hari Jum'at lebih utama dan lebih mulia dari hari-hari lainnya. Sebab pada hari itu banyak kejadian yang tercatat dalam sejarah dan semua orang muslim yang mengaku beriman, diwajibkan untuk melaksanakan shalat Jum'at.
Share

Kamis, 05 Juli 2012

Manajemen Uban

Semakin bertambahnya umur, fisik manusia pun turut mengalami perubahan. Orang yang sewaktu lahir berkulit putih dan halus, setelah memasuki usia senja berubah menjadi kusam dan keriput. Tidak jauh berbeda dengan rambut yang mulanya hitam, lama kelamaan berubah menjadi putih atau beruban. Bolehkah manusia mengecatnya agar menjadi kembali hitam?

Yusuf Qardhawi dalam bukunya 'Al-Halal wal-Haram fil-Islam' menjelaskan tentang adanya riwayat yang menerangkan bahwa kaum ahli kitab, Yahudi dan Nasrani tidak mau menyemir rambutnya, karena mereka mengira bahwa berhias itu menghilangkan sikap ta'abudi (peribadatan) dan keberagamaan, sebagaimana keadaan para rahib dan orang-orang yang berlaku zuhud secara berlebihan dalam beragama. Lalu Rasulullah saw melarang umatnya bertaklid kepada kaum itu dan mengikutinya. Rasulullah saw ingin agar umatnya memiliki kepribadian dan identitas tersendiri, lahir dan batin.
Share

Rabu, 04 Juli 2012

Nabi Musa as dan Sakit Gigi

Alkisah, suatu hari Nabi Musa as menderita sakit gigi. Karena sakit, maka beliau pun merasakan keadaan yang tidak mengenakkan. Tidak hanya giginya yang cukup mengganggu saat digunakan untuk mengunyah makanan. Lebih dari itu, sekujur tubuh beliau juga terasa kurang nyaman. Tidur pun tak nyenyak.

Nabi Musa as kemudian mengadukan sakit giginya itu kepada Allah swt, dan Allah berfirman kepadanya, "Ambillah rumput falani dan letakkanlah di gigimu yang sakit." Mendengar perintah seperti itu, Nabi Musa as tak membantah dan langsung bertindak. Atas izin dan kehendak Allah swt, rasa sakit yang diderita Nabi Musa as akhirnya hilang. Gigi Nabi Musa as tak lagi terasa sakit. Nabi Musa as pun sembuh dan bisa tidur dengan nyenyaknya.
Share

Rabu, 06 Juni 2012

Diam

"Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya." (HR. Ibnu Hiban)

Allah swt menjadikan karakter manusia ada yang pendiam, ada yang banyak omong, dan ada yang diberi ciri khas pertengahan dari dua sifat itu. Dasarnya, pendiam berarti orang yang tidak banyak bicara. Umumnya mereka mengeluarkan rangkaian kata-kata seperlunya saja atau itupun kadang bila diminta orang lain. Setelah itu diam kembali. Lain halnya dengan orang yang dikenal banyak omong namun tiba-tiba diam. Disini tentu ada tanda tanya muncul.
Share

Jumat, 25 Mei 2012

Nusyuz

Siapa pun orangnya, tentu mengimpikan sebuah keluarga yang harmonis, serasi, dan tentram. Karena itu, Allah swt menciptakan manusia agar saling melengkapi. Baik suami maupun isteri diciptakan untuk saling memberi ketenangan satu sama lain. Namun dalam perjalanan berumah tangga, percikan-percikan emosi serta kesalah-pahaman antara suami isteri tidak jarang mencuat ke permukaan. Satu kasus yang seringkali terjadi dalam rumah tangga adalah nusyuz. Dalam kamus Hans Wehr, nusyuz diartikan sebagai pelanggaran yang dilakukan oleh suami atau isteri dalam tugas rumah tangga (violation of marital duties on the either husband or wife). 
Share

Sabtu, 12 Mei 2012

Menguji Kecerdasan Imam Syafi'i

Di masa pemerintahan Harun ar-Rasyid, ada sekelompok orang yang iri dengan kecerdasan Imam Syafi'i. Mereka ingin mempermalukan sang Imam di depan Harun ar-Rasyid. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan pada Imam Syafi'i.

"Ada dua orang Muslim berakal yang minum khamar. Salah satunya diganjar hukuman hadd (dicambuk 80 kali). Tapi yang satunya tidak diapa-apakan. Mengapa bisa demikian?" Tanya salah seorang di antara mereka pada Imam Syafi'i.
Share

Selasa, 08 Mei 2012

Kecerdikan Sang Khalifah

Suatu ketika Abu Ja'far al-Manshur, seorang khalifah Abbasiyah sedang duduk di salah satu kubah kota al-Manshur di Iraq. Tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki sedang sedih dan bolak-balik kesana-kemari di sepanjang jalan. Lalu dia mengirimkan utusan untuk menemuinya dan menanyakan kondisinya.

Orang tersebut menceritakan bahwa pernah suatu hari dia pergi berbisnis dan mendapatkan keuntungan yang besar sekali. Setelah itu, dia kembali membawa hasil keuntungan tersebut kepada sang isteri dan menyerahkan semua uang dinar kepadanya. Namun, isterinya mengatakan bahwa uang tersebut telah dicuri dari rumah. Padahal setelah diteliti tak ada satupun bekas lubang atau sesuatu yang terbongkar di rumahnya.
Share

Sabtu, 05 Mei 2012

Malam

"Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah swt). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah swt) bagi orang-orang yang mendengar." (Q.S. Yunus: 67).

Malam dan siang bukan hanya dibedakan dari terang dan gelap. Gelap sendiri sesungguhnya tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan cahaya yang kemudian kita sebut sebagai gelap. Jika malam hanya kita tandai dengan tiadanya cahaya atau suasana yang gelap saja, maka banyak kota di negara-negara industri maju tidak pernah mengalami malam hari, karena sepanjang waktu tidak pernah gelap. Tapi toh kita menyebut malam jika waktu malam tiba, meskipun terangnya tidak jauh berbeda dari siang hari.
Share

Jumat, 04 Mei 2012

Nyamuk

"Sesungguhnya Allah tidak segan-segan membuat perumpamaan dengan seekor nyamuk atau yang lebih rendah......" (Q.S. Al-Baqarah: 26).

Kita semua tahu, nyamuk hanyalah makhluk kecil, bahkan sangat kecil jika dibandingkan dengan tubuh manusia, apalagi dibandingkan dengan gajah. Tapi fenomena demam berdarah yang mewabah dan merengut banyak korban di negeri ini, menunjukkan betapa seekor nyamuk yang kita pandang kecil itu mampu membuat takut semua orang. Bahkan, dalam kadar yang lebih tinggi, tidak sedikit orang yang meregang nyawa karena tidak mampu diselamatkan  oleh dokter yang mengobatinya.
Share

Rabu, 02 Mei 2012

Mulut

Pernahkah kita bayangkan, bahwa sejarah kolonialisme berawal dari mulut? Ya, penjajahan ternyata bermula dari mulut-mulut menadah dan menagih rasa. Begitulah sejarah penjajahan dimulai.

Portugis dan Spanyol, Inggris dan Belanda, berlomba-lomba mengirimkan ekspedisi dan kapal-kapal mereka untuk menemukan, sekaligus menaklukkan tanah-tanah baru di seberang lautan. Tanah yang kaya oleh rempah. Tanah yang menumbuhkan dan melahirkan rasa. Cengkeh dan pala, lada dan rempah-rempah lain mengundang para peranggi berkulit pucat pasi, yang membawa musket siap menyalak hanya dengan satu tujuan. Memuaskan mulut-mulut yang menanti dan haus rasa.
Share