Tampilkan postingan dengan label Ilmuan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmuan Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Agustus 2013

Badi'uzzaman Sa'id Nursi, Tokoh Mujahid dan Mujadid Islam Abad ke-14


Setelah 600 tahun bertapak sebagai sebuah kerajaan agung, sejarah menyaksikan detik-detik kemuncak kelemahan Kerajaan Uthmaniyah. Sebenarnya detik yang berlaku disekitar awal abad ke 14 H itu, diancam oleh pelbagai serangan dari dalam dan luar secara terancang.

Detik tanggal tahun 1924 M, merupakan sejarah hitam buat Kerajaann Uthmaniyah apabila Kamal Ataturk menguasai Turki. Sistem Khalifah yang menjadi mercu tanda kekukuhan negara Islam, mansuh akibat pengaruh Barat pimpinannya.

Pada ketika itulah muncul tokoh ilmuwan terulung dalam sejarah Turki yaitu Badi'uzzaman Sa'id Nursi. Beliau telah mengorbankan seluruh kehidupannya demi perjuangan untuk mengembalikan keagungan Islam yang musnah itu. Ketika itu, agama dilihat sebagai faktor kemunduran dan kelemahan umat. Faham sekularisme, materialisme, dan ateisme pula diterima baik oleh masyarakat tempatan atas nama kebebasan dan kemajuan. Badi'uzzaman atau nama sebenarnya adalah Sa'id bin Mirza dilahirkan pada tahun 1876 M (1294 H) di Nurs, sebuah perkampungan kecil di daerah Khizan,Turki. Beliau juga dikenali sebagai Sa'id al-Nursi yang merujuk kepada tempat kelahirannya. Nursi dilahirkan dalam sebuah keluarga petani yang hidup serba sederhana. 
Share

Ibnu Battutah, Pengembara Islam Yang Terkenal

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah (24 Februari 1304 - 1368 atau 1377) adalah seorang pengembara Berber Maroko. Atas dorongan Sultan Maroko, Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika sedang berada di Iberia. Meskipun mengandung beberapa kisah fiksi, Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14. Hampir semua yang diketahui tentang kehidupan Ibnu Batutah datang dari dirinya sendiri.

Meskipun dia mengiklankan bahawa hal-hal yang diceritakannya adalah apa yang dia lihat atau dia alami, kita tak bisa tahu kebenaran dari cerita tersebut. Lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307, pada usia sekitar dua puluh tahun Ibnu Batutah berangkat haji, ziarah ke Mekah. Setelah selesai, dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer sepanjang dunia Muslim (sekitar 44 negara modern).
Share

Senin, 15 April 2013

Ibnu Bajjah, Cendekiawan Muslim Tiada Banding dari Andalusia



Sepanjang pemerintahan Islam di daerah Sepanyol yang dikenal juga dengan Andalusia, telah lahir  cendekiawan dan sarjana dalam perbagai bidang ilmu, seperti sains, matematika, astronomi, kedokteran, falsafah, sastera, dan sebagainya.

Salah seorang diantara mereka adalah Abu Bakar Muhammad bin  Yahya bin as-Shayigh atau lebih terkenal sebagai Ibnu Bajjah. Beliau dilahirkan di Saragossa pada tahun 1082 Masehi. Ibnu Bajjah merupakan seorang sasterawan dan ahli bahasa yang unggul. Dalam hal ini, beliau pernah menjadi penyair bagi golongan al-Murabbitin yang dipimpin oleh Abu Bakar Ibrahim Ibnu Tafalwit. 
Share

Rabu, 20 Maret 2013

Ibn Hamzah Al-Maghribi, Perintis Ilmu Logaritma

Ibn Hamzah atau nama lengkapnya 'Ali bin Wali bin Hamzah hidup pada abad ke-10 Hijriah atau abad ke-16 Masehi di bawah pemerintahan Dinasti 'Usmaniyyah yang menaklukkan kawasan seperti Mesir, Hijaz, Kepulauan Rhodes, Cyprus, Hungaria, Irak, dan Iran. Pada era Ibn Hamzah, negara Islam terbagi kepada dua kelompok, yakni Sunni di Barat dan Syi'ah di Timur. Tak salah jika hubungan dunia Islam di barat dan di timur agak terputus. Di samping itu pula terdapat peperangan sengit antara tentara Islam dan Eropa yang terjadi di Laut Meditteranian. Armada tentara Eropa (tentara Salib) berhasil menguasai pesisir jalan masuk utama ke Lautan Hindia. Pada masa itulah orang Eropa sukses membuka benua besar baru, yaitu Amerika.

Ibn Hamzah menetap di Mekkah selama beberapa tahun. Para Sejarawan tidak dapat memastikan secara tepat waktu tersebut. Kemudian ia meninggalkan kota Mekkah setelah kematian ibunya. Arah tujuan pengembaraannya tidak dapat dicatat oleh sejarah. Beberapa ahli sejarah menduga dia pergi ke Istanbul, Aljazair, atau tempat lainnya. Namun yang pasti, dia membawa buku-buku hasil karyanya dalam bidang matematika serta membawa uang hasil tabungannya. Gubernur Mekkah tidak menganugerahkan hadiah atau sumbangan pribadi apapun, meski Ibn Hamzah pernah berjasa dan mengabdi di Mekkah sebagai pegawai eksekutif keuangan, atau setidaknya menghormati keilmuannya.
Share

Sabtu, 26 Januari 2013

Ibnu Al-Nafis, Pakar Fisiologi Terhebat di Abad Pertengahan

Mahasiswa kedokteran pasti kenal nama Ibnu Al-Nafis. Ibnu Al-Nafis yang punya nama lengkap Ala al-Din Abu al-A'la Ali Ibnu Abi Hazm al-Quraishi ini di daulat sebagai ahli fisiologi terhebat di era keemasan Islam pada abad ke 13 M. Ibnu Al-Nafis yang berasal dari Damaskus ini adalah seorang tabib Arab atau dokter (1210-1288).

Ia adalah dokter pertama yang mampu menjelaskan prinsip dasar dari teori modern mengenai dasar-dasar sirkulasi lewat temuannya tentang sirkulasi dalam paru-paru, sirkulasi jantung, dan kapiler. Ia menemukan ini 350 tahun lebih dahulu daripada Sir William Harvey dari Kent, Inggris yang selama ini menyandang kredit penemu sistem sirkulasi di paru-paru.
Share