Tampilkan postingan dengan label Info Masyarakat Lingga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Masyarakat Lingga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

Lakse Kuah, Makanan Khas Lingga

Sebagai penghasil  sagu, tidak heran jika di daerah Lingga banyak terdapat makanan yang berbahan utama sagu. Bahkan zaman dahulu dimana beras sulit bahkan tidak dijumpai, maka sagu inilah yang menjadi makanan pokok pengganti nasi. 

Salah satu makanan yang sekarang masih dijumpai adalah lakse kuah. Makanan ini selain menjadi makanan selingan, dapat juga menjadi makanan utama pada acara-acara tertentu seperti acara nikah kawin, acara kenduri, dan sebagainya.

Pada dasarnya lakse kuah ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah mi yang terbuat dari sagu. Kedua adalah kuah yang berbahan dasar santan kelapa dan ikan atau udang yang ditumbuk halus, serta beberapa rempah masakan seperti lada kering, ketumbar, jintan putih, adas manis, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit. Untuk variasi dapat ditambah irisan mentimun, kecambah, daun kesom yang dihiris halus sebagai penambah aroma, atau sayuran lain sesuai selera. Dan tidak lupa, sambal belacan yang terbuat dari lada kering. Sungguh sedap!

Lakse Kuah
Share

Senin, 04 Maret 2013

Pengawetan Ikan Tamban Menjadi Ikan Labak yang Mempunyai Nilai Jual Tinggi

Ikan tamban adalah salah satu jenis ikan yang banyak terdapat di perairan Kabupaten Lingga. Salah satu ikan ekonomis penting ini telah ditangkap dan diusahakan oleh nelayan tradisional yang berada di pesisir pantai dan pulau-pulau kecil semenjak dahulu. Ikan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah terlebih dahulu. Pengolahan ikan tamban menjadi tamban salai (proses pengasapan) telah dikenal di beberapa tempat di  Kecamatan Singkep dan Kecamatan  Lingga.  

Pengeringan ikan tamban adalah salah satu cara pengawetan yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Lingga Utara dan Kecamatan Senayang. Ikan tamban kering (disebut juga ikan labak) mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, yaitu berkisar antara Rp. 25.000 sampai mencapai Rp. 50.000, bergantung pada tempat dan musim.

Proses pembuatan tidak begitu rumit. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di pulau Penaah, Kecamatan Senayang; ikan tamban hasil tangkapan di rebus (dicelor) dalam air garam yang mendidih kemudian disusun pada wadah (ancak), kemudian dijemur hingga kering. Proses pengeringan tergantung pada cuaca,  biasanya mencapai dua hari kalau cuaca cukup panas.

Perebusan ikan tamban dalam air garam mendidih hingga matang
Share

Selasa, 17 Juli 2012

Mendulang Timah Memperoleh Rupiah

Dahulu, pulau Singkep terkenal sebagai salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia selain pulau Bangka dan pulau Belitung. Penambangan timah telah dimulai oleh pemerintah Belanda pada tahun 1812.  Bahkan jauh sebelumnya, penambangan timah ini telah dirintis dan diusahakan oleh raja-raja Kesultanan Lingga yang berpusat di Daik, dimana timah ini dijual ke Singapura. Setelah merdeka, penambangan diambil alih oleh pemerintah Indonesia yang dikerjakan secara intensif sehingga menjadikan kota Dabo menjadi salah satu kota dengan perkembangan yang cukup maju dibandingkan dengan daerah lain disekitarnya.
Share

Minggu, 08 Juli 2012

Rezeki dari Ikan Tamban

Ikan tamban (White Sardinella) merupakan salah satu ikan yang  banyak terdapat di perairan Lingga. Ikan yang berukuran antara 6 - 10 cm serta berbentuk pipih dan hidup bergerombol ini banyak terdapat di perairan pelagis dekat pantai. Ikan yang tidak mengenal musim ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Lingga yang umumnya ditangkap dengan jaring (gill net).

Share