Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiyai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitar memanggilnya Kiyai Yazid atau lengkapnya Kiyai Yazid al-Busthomi. Murid-muridnya banyak. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia, ada yang berasal dari Irak, Iran, Arab, Gujarat, negeri Pasai, dan sebagainya. Mereka setia dan patuh atas semua nasehat dan bimbingan sang murshid.
Karena kealimannya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia, baik laki-laki maupun perempuan. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang sifatnya pragmatis, serta mengajak berdiskusi membahas soal-soal yang pelik. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh sang Kiyai.
Share
Karena kealimannya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia, baik laki-laki maupun perempuan. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang sifatnya pragmatis, serta mengajak berdiskusi membahas soal-soal yang pelik. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh sang Kiyai.