Rabu, 03 April 2013

Asal Usul Praktek Shalat

Imam Bukhari (810-870 M) dalam Shahih menceritakan bagaimana shalat diperintahkan pada awal mulanya. Sebagai ibadah wajib, shalat diperintahkan pertama kali pada malam peristiwa Isra' (Q.S. Al-Isra'17:1; "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."). Ketika itu Nabi Muhammad saw dibawa oleh Malaikat Jibril ke surga teratas. Disana Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Musa, Isa, Ibrahim, Adam, dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dianggap Nabi oleh kaum Muslim.


Nabi Muhammad saw, menurut Imam Bukhari, dituntun ketempat misterius di surga dan di sana, Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk melakukan 50 shalat bagi kaum Muslim. Tatkala Nabi Muhammad saw akan kembali ke bumi, beliau melewati  Nabi Musa yang menanyakan kepadanya tentang jumlah shalat yang diperintahkan. Ketika Nabi Musa mendengar jumlah shalat 50, ia lalu meminta Nabi Muhammad saw untuk kembali serta meminta kepada Allah swt untuk mengurangi jumlah shalat, "Karena pengikutmu tak akan mampu menanggungnya."

Nabi Muhammad saw lalu melaksanakan usul Nabi Musa dan Allah swt mengurangi angka setengahnya. Nabi  Musa sekali lagi memberitahu bahwa itu masih terlalu banyak. Nabi Muhammad saw bolak balik antara Allah swt dan Nabi Musa sampai Allah swt mengizinkan 5 waktu shalat. Imam Bukhari mengakhiri anekdot menarik ini dengan mengutip hadits qudsi, "Ini adalah lima shalat dan semuanya setara dengan lima puluh dalam pahala karena firman-Ku tidak berubah."
Share

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar