Rabu, 30 Januari 2013

Ciri-Ciri Orang Yang Beriman

Bagaimana kita bisa mengetahui tanda-tanda orang yang beriman? Para ulama menjelaskan berdasarkan sumber hukum Islam sebagai berikut:

1. Mencintai Allah diatas segalanya.

2. Percaya kepada-Nya, Rasulullah, diri sendiri, dan orang lain.

3. Hidupnya tenang dan terhindar dari kegelisahan.

4. Menjaga persaudaraan sesama umat Islam.

5. Menjauhi sikap benar sendiri dan menghargai orang lain atas kekurangan maupun kelebihannya,

6. Berusaha untuk menegakkan kebenaran dan menghapus kejahatan.

7. Hidup yang seimbang antara kehidupan duniawi dan ukhrawi serta tidak mudah putus asa.

8. Senantiasa memakmurkan masjid dan mendalami ajaran Islam.
Share

Keistimewaan Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad saw. Al-Qur'an tidak disangkal  lagi menempati posisi yang sangat penting dan juga punya sejumlah keistimewaan jika dibanding dengan kitab-kitab sebelumnya. Adapun keistimewaan al-Qur'an itu adalah:

Share

Orang yang Pertama Memeluk Islam

Kemajuan Islam dan penyebarannya ke berbagai kalangan terjadi secara bertahap. Dalam istilah al-Qur'an, mereka yang terdahulu memeluk dan mendakwahkan Islam disebut ash-shabiqun. Siapa yang lebih dulu memeluk Islam mendapat kedudukan yang terhormat setelah Rasulullah saw. 

Menurut catatan dan bukti sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan yang ditulis oleh Ja'far Subhani dalam karyanya Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah saw, wanita pertama yang memeluk Islam adalah isteri Rasulullah saw yakni Siti Khadijah ra. Sedangkan pria pertama yang memeluk Islam adalah Ali bin Abi Thalib kra.
Share

Kota Fez di Maroko

Kota Fez merupakan kota warisan paling terkemuka dari dinasti Idrisiyah Islam (788 - 974 M) di Maroko bagian utara. Fez merupakan ibu kota pertama dan pusat spritual Islam yang didirikan oleh Idris ibn Abdullah, keturunan Nabi Muhammad saw yang lari ke Maroko untuk menghindari penganiayaan Abbasiyah. Dalam perkembangannya, kota ini semakin maju dan bernuansa Arab setelah kehadiran imigran dari Kordoba dan Qayrawan (Tunisia sekarang). Mereka banyak membangun masjid dan universitas Qarawiyin yang menjadikan Fez sebagai pusat ilmu Islam terkemuka layaknya Al-Azhar di Kairo.

Meskipun sempat mengalami kemunduraan karena ibu kota Maroko sempat pindah ke Marrakesh, dan sekarang hanya sebagai kota provinsi, Fez tetap menyimpan banyak sejarah panjang negeri Maroko. Ia tetap menjadi pusat keagamaan tradisional dan tempat bertemunya protes keagamaan gerakan Salafiyah dan agitasi nasionalis Maroko.

Share

Selasa, 29 Januari 2013

Pertanyaan Imam Ghazali Pada Murid-Muridnya

Suatu hari, Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Ia bertanya, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"

Mereka menjawab, "Orang tua, guru, kawan, dan sahabat."

"Benar, tapi yang paling dekat dengan kita adalah mati. Sebab setiap yang bernyawa pasti akan mati." 

Lalu ia meneruskan, "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"

Mereka menjawab, "Negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang."
Share

Kebaikan si Fasik

Ada seorang pria dari kota Basrah yang dikenal sebagai orang fasik, meninggal dunia. Tak ada seorang pun yang mau mengurus jenazahnya. Isterinya lalu membayar dua orang untuk memikul jenazahnya ke masjid untuk dishalati. Namun, tak ada seorang pun mau menshalatinya.

Akhirnya, sang isteri membawanya ke padang luas untuk dikembumikan. Di tempat itu, ada seorang ahli zuhud yang tinggal di gunung. Ia tampak sedang menunggu kedatangan jenazah tersebut. Tersebarlah berita si zuhud turun gunung untuk menshalati si fulan, hingga mereka keluar dan ikut menshalatinya.

Seusai shalat, penduduk heran mengapa si zuhud mau menshalati si fulan. 
Share

Syuraih al-Qadhi, Hakim Adil dan Bijaksana

Alkisah, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra membeli seekor kuda pada seorang Arab Badui. Setelah menyerahkan harganya, ia menaiki kuda itu. Namun, seperti disebutkan dalam Shuwar min Hayati Tabi'in karya Dr. Abdurrahman Rafa'at Basya, setelah Umar pergi agak jauh, ia mendapati cacat berupa memar pada kuda itu. Umar memperlambat laju kudanya dan memutuskan untuk mengembalikan kuda itu. 

"Ambil kembali kudamu. Hewan ini cacat," ujar Umar saat sampai di tempat si badui.

"Tidak, Amirul Mukminin. Aku telah menjualnya padamu tanpa cacat dan semua syarat sudah sah," jawab orang itu.

"Kita serahkan urusan ini pada hakim," putus Umar.
Share