Jumat, 30 Maret 2012

Share of Punishment

One a sunny morning, Abu Nuwas came to the palace because the king called to accompany the old will miss the funny story of Abu Nuwas. The chatted happily. After a long conversation, the king suddenly wanted to test Abu Nuwas intelligence. "Oo...Abu Nuwas, bring your mother to the palace tomorrow, then will I give gifts three the hundred dinars reward," said the king Harun Al-Rashid.

Abu Nuwas was shocked to hear command of the king. How could I not, the king knew that his mother had died a long time, even the king joined the funeral home of Abu Nuwas. However, because the lure of a very tempting prize, the Abu Nuwas rather evasive, even he agreed to the request the king.
Share

Berselimut Jubah Rasul

Suatu hari, Nabi Muhammad saw didatangi Abdullah, putra Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin kaum munafik di Madinah. Dengan wajah sedih, sahabat yang selalu bertentangan dengan ayahnya itu, menceritakan bahwa sang ayah,  Abdullah bin Ubay sedang sakit keras, dan menginginkan Rasulullah saw supaya bersedia menjenguknya.

Rasulullah saw tidak keberatan. Beliau menjenguk rumah pemimpin para pengkhianat yang sangat licik itu. Tiba-tiba, melihat nabi Muhammad saw berada di dekatnya, Abdullah bin Ubay memelas kepada Nabi Muhammad untuk melepas jubahnya dan menyelimutkannya ke tubuhnya yang tengah meregang menghadapi maut
Share

Kamis, 29 Maret 2012

Bahaya Hewan Peliharaan Bagi Manusia

Memiliki hewan peliharaan seperti kucing, burung, kelinci, dan sebagainya, adalah suatu hal yang sangat mengasikkan. Namun perlu diingat bahwa hewan-hewan peliharaan itu dapat menularkan penyakit bagi manusia. Fenomena zoonosis ini kerap terjadi apalagi jika tidak mengindahkan segi kebersihan sewaktu memelihara hewan kesayangan kita. Beberapa penyakit tersebut bahkan berakibat fatal bagi manusia.
Share

Rabu, 28 Maret 2012

Berguru Pada Lebah

Sampai detik ini tak ada yang menyalahkan ibu tua itu. Padahal tindakannya tak bisa dibenarkan. Ia merebus batu untuk mengelabui anak-anaknya agar mereka tertidur. Namun, dunia akan mengutuk Umar bin Khaththab kalau malam itu ia tidak datang untuk mengubah batu menjadi roti. Begitulah hendaknya sikap kaum Muslimin. Kita terlalu sering mengutuk tindakan orang lain, sementara kita sendiri belum melakukan apa-apa. 

Lebah mengajarkan kepada kita bagaimana bekerja membangun kerajaan. Sebuah pelajaran yang sangat menarik bagi harakah Islamiyah dalam bekerja sama.

Bekerja Sehemat Mungkin Untuk Mendapatkan Hasil Terbaik. Harun Yahya, cendekiawan asal Turki menggambarkan dengan detil cara kerja lebah. Menurutnya, lebah membangun istananya dengan cara yang sangat teliti dan penuh perhitungan. Kerja sama, kesabaran, dan kejelian merupakan modal utamanya. Kalau kita perhatikan, dalam setiap sarang lebah terdapat ribuan kantong yang semuanya berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Pernahkah kita berpikir, mengapa lebah membuat kantong-kantong itu dengan bentuk heksagonal?
Share

Seandainya Lebih

Seperti biasa, setelah mengantar jenazah salah seorang sahabatnya, Rasulullah saw menyempatkan diri singgah di rumah keluarga yang meninggal. Rasulullah saw berkata, "Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafat?" Isteri sahabat itu menjawab, "Saya mendengarnya mengatakan sesuatu yang tidak saya mengerti. Ucapannya sulit dipahami karena terpotong-potong."

"Bagaimana bunyinya?" Desak Rasulullah saw.

Isteri yang setia itu menjawab, "Suami saya mengatakan, 'Andaikata lebih panjang lagi.....andaikata yang masih baru......andaikata semuanya....' Hanya itu yang tertangkap sehinga kami bingung dibuatnya."

Rasulullah saw tersenyum, "Sungguh yang diucapkan suamimu itu tak keliru."
Share

Selasa, 27 Maret 2012

Pintu Akhirat


Tidak seperti biasa, hari ini Sultan Harun Al-Rasyid tiba-tiba menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupaan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun  agar lebih leluasa bergerak. Baginda mulai keluar ke istana dengan memakai pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan, beliau melihat beberapa orang tengah berkumpul.

Setelah baginda mendekat, ternyata seorang ulama sedang memberikan materi pengajian tentang alam barzakh. Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung dalam majelis itu, tak lama kemudian orang itu bertanya kepada sang ulama. "Wahai ustadz, pada suatu waktu kami mengintip kubur orang kafir, tetapi kami tidak mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang mereka alami. Maka bagaimana caranya membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dilihat dengan mata zhahir?"
Share

Enam Ekor Lembu yang Pandai Bicara


Pada suatu hari, Sultan Harun Al-Rasyid memanggil Abu Nawas menghadap ke istana. Kali ini, Sultan ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Sesampainya di hadapan Sultan, Abu Nawas pun menyembah. Dan, Sultan pun bertitah, "Hai, Abu Nawas, aku menginginkan enam ekor lembu berjanggut yang pandai bicara. Bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu seminggu? Kalau gagal, akan aku penggal lehermu."

"Baiklah, tuanku, hamba junjung titah tuanku."

Semua punggawa istana yang hadir di istana itu pun berkata dalam hati, "Mampuslah kau, Abu Nawas!"
Share