Sabtu, 13 April 2013

Kisah Paderi Nasrani dan Malaikat Penjaga Laut

Di dalam kitab Irsyadul Ibad dijelaskan bahwa ada seorang  Paderi Nasrani yang bertobat dari agamanya dan memilih masuk Islam. Keislamannya diawali ketika ia diilhami tentang kebenaran ajaran Islam sehingga membuatnya bimbang dan ingin berpindah menganut agama Islam.

Karena begitu kuatnya dorongan untuk memeluk Islam, akhirnya nasrani ini berangkat ke Makkah dan melakukan Thawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Setelah Thawaf berakhir, ia merasakan guncangan batin yang hebat. Ia seolah merasakan kenikmatan beribadah daripada sebelumnya. Karena kondisi puncak keimanan itulah akhirnya ia memutuskan melakukan pengembaraan mencari tempat yang sunyi.
Share

Rabu, 10 April 2013

Berkarang Mencari Ugau di Pulau Serang

Dalam mengisi libur hari Minggu, isteri telah berencana untuk pergi ke luar kota, tepatnya ke sebuah pulau. Untuk menyenangkan hati isteri, terpaksalah setuju akan rencananya itu padahal lagi hujan gerimis. Sekitar jam 9 pagi, kami bertiga  (saya, isteri, dan anak) berangkat dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sekitar 30 menit sampailah kami di pelabuhan Desa Kote, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Ternyata di pelabuhan, teman-teman dan anak-anak sekolah yang akan ikut telah ramai menunggu. Pulau Serang yang menjadi tujuan kami terletak tidak jauh dari pelabuhan. Untuk ke sana kami menaiki pompong (bot kecil dari kayu bermesin diesel). Pompong penuh sesak, maklum rombongan mencapai 30 orang. Untung laut tidak bergelombang jadi perjalanan berjalan lancar.


Menaiki Pompong Menuju Pulau Serang
Share

Minggu, 07 April 2013

Lakse Kuah, Makanan Khas Lingga

Sebagai penghasil  sagu, tidak heran jika di daerah Lingga banyak terdapat makanan yang berbahan utama sagu. Bahkan zaman dahulu dimana beras sulit bahkan tidak dijumpai, maka sagu inilah yang menjadi makanan pokok pengganti nasi. 

Salah satu makanan yang sekarang masih dijumpai adalah lakse kuah. Makanan ini selain menjadi makanan selingan, dapat juga menjadi makanan utama pada acara-acara tertentu seperti acara nikah kawin, acara kenduri, dan sebagainya.

Pada dasarnya lakse kuah ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah mi yang terbuat dari sagu. Kedua adalah kuah yang berbahan dasar santan kelapa dan ikan atau udang yang ditumbuk halus, serta beberapa rempah masakan seperti lada kering, ketumbar, jintan putih, adas manis, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit. Untuk variasi dapat ditambah irisan mentimun, kecambah, daun kesom yang dihiris halus sebagai penambah aroma, atau sayuran lain sesuai selera. Dan tidak lupa, sambal belacan yang terbuat dari lada kering. Sungguh sedap!

Lakse Kuah
Share

Kamis, 04 April 2013

Do'a Mohon Keturunan Agar Tetap Melaksanakan Shalat



(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ(40

( رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41

(Rabbij'alnii muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du'aai. Rabbanagh firlii wa liwaa lidayyaa wa lilmu-miniina yauma yaquumul hisab)

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab." 

Menurut mufassir, do'a yang terdapat pada surat Ibrahim ayat 40-41 ini merupakan do'a yang dibaca Nabi Ibrahim as yang memohon agar anak dan keturunannya dijadikan anak yang shaleh dan tetap melaksanakan shalat.
Share

Rabu, 03 April 2013

Asal Usul Praktek Shalat

Imam Bukhari (810-870 M) dalam Shahih menceritakan bagaimana shalat diperintahkan pada awal mulanya. Sebagai ibadah wajib, shalat diperintahkan pertama kali pada malam peristiwa Isra' (Q.S. Al-Isra'17:1; "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."). Ketika itu Nabi Muhammad saw dibawa oleh Malaikat Jibril ke surga teratas. Disana Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Musa, Isa, Ibrahim, Adam, dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dianggap Nabi oleh kaum Muslim.
Share

Arti Posisi Tidur

Tahukah Anda bahwa posisi tidur kita mengandung makna? Penulis kitab Tahafutul Falasifah, Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Imamul Jalil Abu Hamid At-Thusi Al-Ghazali yang mendapat gelar Hujjatul Islam menjelaskan posisi tidur yang secara garis besar membagi empat macam.

Pertama, tidur diatas kuduk, yaitu tidurnya para Nabi dimana mereka bertafakkur (berfikir) tentang kejadian langit dan bumi.

Kedua, tidur diatas lambung kanan, yakni tidurnya para ulama dan ahli ibadah.

Ketiga, tidur diatas lambung kiri adalah tidurnya para raja untuk menghancurkan makanan yang telah mereka masukkan ke dalam rongga mulut.

Keempat, tidur menelungkup ialah tidurnya syaitan.
Share

Selasa, 02 April 2013

Alasan Do'a Tidak Dikabulkan

Tahukah Anda, mengapa do'a yang sering kita panjatkan setiap selesai shalat kehadiran Allah swt tidak dikabulkan? Padahal Allah swt telah berjanji dalam kitab suci al-Qur'an, "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoa'lah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'" (Q.S. Al-Mu'min 40: 60).

Abu Ishak Ibrahim bin Adham, ulama besar kelahiran Balkha yang hidup pada abad ke-8 Masehi berpendapat karena hati kita mati. Adapaun yang menyebabkan hati kita menjadi mati adalah delapan hal:
1. Kita mengetahui hak Allah tetapi tidak kita lakukan.
2. Kita membaca al-Qur'an namun kita tidak mengamalkan ajaran-ajarannya.
3. Kita mengaku cinta Rasulullah saw sayangnya kita tidak mengamalkan sunnahnya.
4. Kita mengatakan takut mati tetapi kita tidak bersiap-siap menyambutnya.
5. Kita tahu syaitan adalah musuh nyata manusia namun sebaliknya kita malah bersekongkol dengannya untuk berbuat maksiat.
6. Kita menyatakan takut neraka tetapi kita menganiaya diri sendiri dalam neraka.
7. Kita mengatakan cinta syurga namun kita tidak beramal untuk mendapatkannya.
8. Apabila kita bangun dari tempat tidur, kita melemparkan aib sendiri ke belakang punggung dan kita membentangkan aib orang lain dihadapan kita. Kemudian kita membuat kemurkaan Allah. Bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan do'a kita?

Semoga menjadi bahan renungan!
Share