Rabu, 02 Oktober 2013

Apa Itu Shalat Sunnah Rawatib?

Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim no. 72).

"Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya' dan dua rakaat sebelum subuh." (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
Share

Adat dan Tatatertib Makan di Rumah Orang Melayu

Orang Melayu zaman dahulu amat mementingkan adat dan sopan santun sewaktu makan, baik itu di rumah maupun di majlis-majlis keramaian. Hal itu selain bertujuan untuk pengajaran tetapi juga untuk menjaga sopan santun orang Melayu dalam  menjaga tatasusila supaya kita tidak melakukan perkara yang kurang sopan. Orang Melayu memang terkenal dengan sopan santun mereka sejak zaman dahulu kala. Maka dari itu diadakan beberapa pantang larang supaya ia dapat diwariskan ke generasi yang akan datang. Termasuk sopan santun dalam menyantap makanan dan bertamu.

1. Ketika berkunjung ke rumah orang, apabila tuan rumah menghidangkan makanan atau minuman, jangan sekali menolaknya. Jika kenyang sekalipun kita hendaklah setidak-tidaknya menjamah sedikit hidangan yang disajikan itu.
Share

Rabu, 21 Agustus 2013

Badi'uzzaman Sa'id Nursi, Tokoh Mujahid dan Mujadid Islam Abad ke-14


Setelah 600 tahun bertapak sebagai sebuah kerajaan agung, sejarah menyaksikan detik-detik kemuncak kelemahan Kerajaan Uthmaniyah. Sebenarnya detik yang berlaku disekitar awal abad ke 14 H itu, diancam oleh pelbagai serangan dari dalam dan luar secara terancang.

Detik tanggal tahun 1924 M, merupakan sejarah hitam buat Kerajaann Uthmaniyah apabila Kamal Ataturk menguasai Turki. Sistem Khalifah yang menjadi mercu tanda kekukuhan negara Islam, mansuh akibat pengaruh Barat pimpinannya.

Pada ketika itulah muncul tokoh ilmuwan terulung dalam sejarah Turki yaitu Badi'uzzaman Sa'id Nursi. Beliau telah mengorbankan seluruh kehidupannya demi perjuangan untuk mengembalikan keagungan Islam yang musnah itu. Ketika itu, agama dilihat sebagai faktor kemunduran dan kelemahan umat. Faham sekularisme, materialisme, dan ateisme pula diterima baik oleh masyarakat tempatan atas nama kebebasan dan kemajuan. Badi'uzzaman atau nama sebenarnya adalah Sa'id bin Mirza dilahirkan pada tahun 1876 M (1294 H) di Nurs, sebuah perkampungan kecil di daerah Khizan,Turki. Beliau juga dikenali sebagai Sa'id al-Nursi yang merujuk kepada tempat kelahirannya. Nursi dilahirkan dalam sebuah keluarga petani yang hidup serba sederhana. 
Share

Ibnu Battutah, Pengembara Islam Yang Terkenal

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah (24 Februari 1304 - 1368 atau 1377) adalah seorang pengembara Berber Maroko. Atas dorongan Sultan Maroko, Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika sedang berada di Iberia. Meskipun mengandung beberapa kisah fiksi, Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14. Hampir semua yang diketahui tentang kehidupan Ibnu Batutah datang dari dirinya sendiri.

Meskipun dia mengiklankan bahawa hal-hal yang diceritakannya adalah apa yang dia lihat atau dia alami, kita tak bisa tahu kebenaran dari cerita tersebut. Lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307, pada usia sekitar dua puluh tahun Ibnu Batutah berangkat haji, ziarah ke Mekah. Setelah selesai, dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer sepanjang dunia Muslim (sekitar 44 negara modern).
Share

Selasa, 20 Agustus 2013

Anjuran Untuk Berpuasa Enam Hari Pada Bulan Syawal

Puasa enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan adalah amalan sunnat yang dianjurkan bukan wajib. Seorang muslim dianjurkan mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal. Banyak sekali keutamaan dan pahala yang besar bagi puasa ini. Diantaranya, barangsiapa yang mengerjakannya niscaya dituliskan baginya puasa satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan Ramadhan). Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih dari Abu Aiyub al-Anshari  bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh." (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Rasulullah saw telah menjabarkan lewat sabda beliau, "Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas 'Iedul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat."
Share

Sabtu, 01 Juni 2013

Adab Bertetangga

Islam memerintahkan umatnya untuk bertetangga secara baik, bahkan  Jibril pun mewasiatkan begitu.  Kata Rasulullah saw, seperti diriwayatkan oleh Aisyah, "Jibril selalu mewasiatkan kepadaku tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa ia akan mewarisinya." (HR. Bukhari-Muslim).

Namun, ternyata waris atau warisan yang dimaksud Jibril adalah agar umat Islam selalu menjaga hubungan baik dengan sesama tetangga. Bertetangga dengan baik itu termasuk menyebarkan salam ketika bertemu, menyapa, menanyakan kabarnya, menebar senyum, dan mengirimkan hadiah.

Sabda Rasulullah saw, "Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu." (HR. Muslim).
Share

Jumat, 31 Mei 2013

Manfaat Tidur Dalam Gelap


Seorang ahli biologi, Joan Roberts, merupakan orang pertama yang menemukan hubungan antara lampu dan kesehatan. Ia menemukan korelasi tersebut dalam penelitiannya pada hewan percobaan yang diberikan perlakuan dengan cara menyalakan lampu buatan sepanjang malam.

Setelah diamati beberapa lama, maka Roberts melakukan pengukuran kadar hormon melatonin di dalam tubuh hewan tersebut dan menemukan fakta bahwa jumlahnya makin berkurang disertai penurunan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit.

Maka Roberts pun berkesimpulan bahwa cahaya lampu (termasuk pancaran dari layar televisi) dapat menyebabkan penurunan kadar hormon melatonin di dalam tubuh yang akan mempengaruhi penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mengakibatkan tubuh menjadi lemah.
Share

Jumat, 24 Mei 2013

Fadilah Dari Seorang Wanita


1. Do'a wanita lebih makbul dari lelaki kerana sifat penyayang yang lebih  kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah saw akan hal tersebut,  jawab baginda, "Ibu lebih penyayang dari bapak dan do'a orang yang penyayang  tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang sholehah itu lebih baik dari 1.000 orang lelaki yang tidak  sholeh.

3. Seorang wanita sholehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita sholehah adalah lebih baik dari 70 lelaki sholeh.
Share

Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa


Allah swt memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang melalaikan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

1. Sepertiga Akhir Malam. Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Rab kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman, 'Barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan, dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya'". (Shahih Al-Bukhari, Kitab Da'awaat, Bab Doa Nisfullail 7/149-150).
Share

Jumat, 19 April 2013

Surat Al-Muawwidzatain, Dua Surat Pelindung Diri



Kedua surat terakhir dari kitab suci al-Qur'an ini disebut dengan Al-Muawwidzatain atau mencari perlindungan. Kedua surat ini memiliki kekuatan yang tiada tandingannya dari ilmu-ilmu yang ada di kitab terdahulu (kekuatan keduanya ada di ayat terakhir). Kedua surah ini bermakna kembar yaitu manusia mencari pertolongan dan perlindungan kepada Allah swt dari godaan syaitan yang terkutuk.
Share

Kamis, 18 April 2013

Ayat Kursi, Perintang Perjuangan Syaitan dan Iblis



"Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." 
Share

Senin, 15 April 2013

Ibnu Bajjah, Cendekiawan Muslim Tiada Banding dari Andalusia



Sepanjang pemerintahan Islam di daerah Sepanyol yang dikenal juga dengan Andalusia, telah lahir  cendekiawan dan sarjana dalam perbagai bidang ilmu, seperti sains, matematika, astronomi, kedokteran, falsafah, sastera, dan sebagainya.

Salah seorang diantara mereka adalah Abu Bakar Muhammad bin  Yahya bin as-Shayigh atau lebih terkenal sebagai Ibnu Bajjah. Beliau dilahirkan di Saragossa pada tahun 1082 Masehi. Ibnu Bajjah merupakan seorang sasterawan dan ahli bahasa yang unggul. Dalam hal ini, beliau pernah menjadi penyair bagi golongan al-Murabbitin yang dipimpin oleh Abu Bakar Ibrahim Ibnu Tafalwit. 
Share

Minggu, 14 April 2013

Lomba Mimpi di Bulan Puasa


Pada siang di bulan puasa, Abu Nawas didatangi oleh dua orang temannya yang tidak berpuasa. Mereka bersekongkol untuk mengganggu Abu Nawas. Tibalah mereka di depan pintu rumah Abu Nawas. Setelah mengucapkan salam, tanpa basa basi lagi mereka mengajak Abu Nawas ngabuburit.

Sampailah mereka di warung nasi, dan teman-temannya membeli nasi untuk dibungkus. Abu Nawas mengira kalau teman-temannya sangat menghormati orang yang berpuasa meski mereka tidak puasa karena temannya tidak makan di warung tersebut, namun dibawa pulang.

Setelah itu, mereka pergi meninggalkan warung tersebut dan sampailah di rumah salah satu temannya. Begitu waktu berbuka puasa sampai, Abu Nawas berkata, "Wah, sudah waktunya berbuka."
Share

Sabtu, 13 April 2013

Kisah Abu Yazid Al-Busthomi Dengan Seekor Anjing Hitam


Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiyai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitar memanggilnya Kiyai Yazid atau lengkapnya Kiyai Yazid al-Busthomi. Murid-muridnya banyak. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia, ada yang berasal dari Irak, Iran, Arab, Gujarat, negeri Pasai, dan sebagainya. Mereka setia dan patuh atas semua nasehat dan bimbingan sang murshid.

Karena kealimannya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia, baik laki-laki maupun perempuan. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang sifatnya pragmatis, serta mengajak berdiskusi membahas soal-soal yang pelik. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh sang Kiyai.
Share

Baginda Raja Hampir Terbunuh


Pada suatu hari, Abu Nawas berjalan-jalan hingga ke kampung Badui di daerah gurun yang jauh dari kota tempat tinggalnya. Sesampainya di tempat tersebut, ditemuinya ada beberapa orang yang sedang memasak bubur, suasananya ramai sekali. Tanpa disadarinya, ia ditangkap oleh orang-orang itu dan dibawa ke rumah mereka untuk disembelih.

"Kenapa aku ditangkap?" tanya Abu Nawas.

"Wahai orang asing, setiap orang yang lewat di sini pasti akan kami tangkap, kami sembelih seperti kambing dan dimasukkan ke belanga bersama adonon tepung itu. Inilah pekerjaan kami dan itulah makanan kami sehari-hari," jawab salah seorang dari mereka sambil menunjuk ke belanga yang airnya sedang mendidih.
Share

Kisah Paderi Nasrani dan Malaikat Penjaga Laut

Di dalam kitab Irsyadul Ibad dijelaskan bahwa ada seorang  Paderi Nasrani yang bertobat dari agamanya dan memilih masuk Islam. Keislamannya diawali ketika ia diilhami tentang kebenaran ajaran Islam sehingga membuatnya bimbang dan ingin berpindah menganut agama Islam.

Karena begitu kuatnya dorongan untuk memeluk Islam, akhirnya nasrani ini berangkat ke Makkah dan melakukan Thawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Setelah Thawaf berakhir, ia merasakan guncangan batin yang hebat. Ia seolah merasakan kenikmatan beribadah daripada sebelumnya. Karena kondisi puncak keimanan itulah akhirnya ia memutuskan melakukan pengembaraan mencari tempat yang sunyi.
Share

Rabu, 10 April 2013

Berkarang Mencari Ugau di Pulau Serang

Dalam mengisi libur hari Minggu, isteri telah berencana untuk pergi ke luar kota, tepatnya ke sebuah pulau. Untuk menyenangkan hati isteri, terpaksalah setuju akan rencananya itu padahal lagi hujan gerimis. Sekitar jam 9 pagi, kami bertiga  (saya, isteri, dan anak) berangkat dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sekitar 30 menit sampailah kami di pelabuhan Desa Kote, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Ternyata di pelabuhan, teman-teman dan anak-anak sekolah yang akan ikut telah ramai menunggu. Pulau Serang yang menjadi tujuan kami terletak tidak jauh dari pelabuhan. Untuk ke sana kami menaiki pompong (bot kecil dari kayu bermesin diesel). Pompong penuh sesak, maklum rombongan mencapai 30 orang. Untung laut tidak bergelombang jadi perjalanan berjalan lancar.


Menaiki Pompong Menuju Pulau Serang
Share

Minggu, 07 April 2013

Lakse Kuah, Makanan Khas Lingga

Sebagai penghasil  sagu, tidak heran jika di daerah Lingga banyak terdapat makanan yang berbahan utama sagu. Bahkan zaman dahulu dimana beras sulit bahkan tidak dijumpai, maka sagu inilah yang menjadi makanan pokok pengganti nasi. 

Salah satu makanan yang sekarang masih dijumpai adalah lakse kuah. Makanan ini selain menjadi makanan selingan, dapat juga menjadi makanan utama pada acara-acara tertentu seperti acara nikah kawin, acara kenduri, dan sebagainya.

Pada dasarnya lakse kuah ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah mi yang terbuat dari sagu. Kedua adalah kuah yang berbahan dasar santan kelapa dan ikan atau udang yang ditumbuk halus, serta beberapa rempah masakan seperti lada kering, ketumbar, jintan putih, adas manis, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit. Untuk variasi dapat ditambah irisan mentimun, kecambah, daun kesom yang dihiris halus sebagai penambah aroma, atau sayuran lain sesuai selera. Dan tidak lupa, sambal belacan yang terbuat dari lada kering. Sungguh sedap!

Lakse Kuah
Share

Kamis, 04 April 2013

Do'a Mohon Keturunan Agar Tetap Melaksanakan Shalat



(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ(40

( رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41

(Rabbij'alnii muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du'aai. Rabbanagh firlii wa liwaa lidayyaa wa lilmu-miniina yauma yaquumul hisab)

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab." 

Menurut mufassir, do'a yang terdapat pada surat Ibrahim ayat 40-41 ini merupakan do'a yang dibaca Nabi Ibrahim as yang memohon agar anak dan keturunannya dijadikan anak yang shaleh dan tetap melaksanakan shalat.
Share

Rabu, 03 April 2013

Asal Usul Praktek Shalat

Imam Bukhari (810-870 M) dalam Shahih menceritakan bagaimana shalat diperintahkan pada awal mulanya. Sebagai ibadah wajib, shalat diperintahkan pertama kali pada malam peristiwa Isra' (Q.S. Al-Isra'17:1; "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."). Ketika itu Nabi Muhammad saw dibawa oleh Malaikat Jibril ke surga teratas. Disana Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Musa, Isa, Ibrahim, Adam, dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dianggap Nabi oleh kaum Muslim.
Share